HAL APA DI INDONESIA YANG SAMA DENGAN TRADISI CARNIVAL OF VENICE DI ITALIA ATAU PARO FESTIVAL DI BHUTAN?

2013 03 18 header Hal apa di Indonesia yang sama dengan tradisi Carnival of Venice di Italia atau Paro Festival di Bhutan?

Jawabannya tradisi Carnival disini adalah topeng. Benda kerajinan dengan ekspresi dingin ini dapat berubah menjadi ‘hidup’ dalam balutan beragam tradisi yang ada di Indonesia. Selama berabad-abad para seniman telah menyempurnakan seni membuat topeng yang kebanyakan digunakan untuk tujuan ritual dan hiburan keluarga kerajaan. Berbahan kayu, diukir dan dilukis dengan tangan terampil serta dihias dengan hati-hati untuk menyimbolkan kebaikan, kejahatan, dan kebijaksanaan, topeng-topeng berikut ini menampilkan khazanah Indonesia yang menarik sekaligus mistis.

2013 03 18 cirebon Hal apa di Indonesia yang sama dengan tradisi Carnival of Venice di Italia atau Paro Festival di Bhutan?

Tradisi Carnival Cirebon – Jawa Barat

Berada di sisi utara pulau Jawa, kawasan ini tidak hanya memiliki tradisi batik tetapi juga punya budaya membuat topeng yang melegenda. Dipercaya sama usianya dengan Kasunanan Cirebon, topeng-topeng dibuat khusus untuk pertunjukkan tari-tarian saat perayaan agama, dan festival kerajaan. Terdapat lima karakter pada tradisi topeng Cirebon: Rahwana, Tumenggung, Rumyang, Samba and Panji, semua memiliki karakter berbeda yang menampilkan baik dan buruk. Menurut kepercayaan masyarakat setempat topeng dapat digunakan sebagai penangkal bala.

Tradisi Carnival  Bali

Tradisi Carnival  Bali

Topeng di Bali khusus digunakan untuk tarian yang sakral selama perayaan keagamaan. Topeng hanya bisa dibuat oleh para Brahmana (kasta tertinggi) dan para menari yang mengenakan topeng bercerita tentang berbagai peristiwa kehidupan yang berhubungan erat dengan budaya dan agama. Terdapat empat jenis topeng Bali: karakter manusia, binatang, dewa, dan roh jahat, bisa berupa topeng penuh atau hanya setengah. Yang paling menarik adalah topeng Barong dan Rangda (dua mahluk mistik Bali).  Dengan detil riasan mengagumkan serta hiasan rambut asli, keduanya menjadi souvenir asal Bali yang paling banyak disukai.

Tradisi Carnival Dayak – Kalimantan Timur

Tradisi Carnival Dayak – Kalimantan Timur

Selain rumah betang dan tradisi tato, hudoq (topeng dalam bahasa Dayak) dengan detil ukiran dan warna yang mencerminkan mahluk liar, hama, dan mahluk gaib adalah hal lain yang membuat Dayak dikenal di mancanegara. Keberadaannya sangat penting, terutama saat musim tanam dimana mereka mengadakan tari Hudoq untuk melindungi tanaman dari hama. Kamu dapat menemukan ritual ini di desa-desa Dayak Bahau dan Busang di pedalaman Kalimantan Timur. Bersiaplah karena tarian hudoq dapat berlangsung hingga lebih dari 5 jam.

Setiap garis yang dibuat, setiap ornamen yang ada pada setiap topeng, semuanya telah dirancang sedemikian rupa untuk mengekspresikan tingkah dan perilaku dari individu yang ingin ditampilkan. Lihat tarian topeng diatas, nikmati tradisi carnival,  gerakannya dan tak lupa ambil beberapa foto.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
One Response
  1. Albert says:

    Ulasan yang menarik. Dulu sewaktu masih kecil, saya takut melihat topeng-topeng seperti ini. Tetapi menurut saya, topeng menjadikan ekspresi tarian menjadi lebih unik dan “masuk”.

Leave a Reply

UA-35050920-1

Bad Behavior has blocked 1444 access attempts in the last 7 days.

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

%d bloggers like this: